Posted by: yullyshelsa | October 18, 2009

Implementasi PMRI tidak hanya untuk Sekolah Dasar

Banyak kalangan pecinta matematika mempunyai image bahwa PMRI atau pembelajaran realistik hanya cocok dilaksanakan untuk sekolah dasar, hal ini terjadi karena perkembangan PMRI sendiri di Indonesia baru sampai tahap Sekolah Dasar. Hal ini sangat lumrah, berkaca dari pengalaman pemerintah Belanda, tempat ilmu realistik ini berasal yang dikenal dengan istilah RME, mereka membutuhkan 46 tahun untuk mengimplimentasikan RME ini secara menyeluruh. Perlu kita sadari hal ini memang tidak mudah, tidak hanya butuh waktu, tapi juga kerja keras dan semangat dari guru-guru kita. Sangat perlu diingat, tidak ada yang tidak mungkin, jika kita berusaha keras.

Pembelajaran dengan menggunakan PMRI berpusat pada siswa, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan motivator, demikianlah paradigma pembelajaran matematika selama ini. Karena itu, perubahan persepsi guru tentang mengajar perlu dilakukan bila ingin mengimplementasikan PMRI. Dengan demikian, tampak jelas bahwa PMRI tidak hanya digunakan untuk Pendidikan Sekolah Dasar, tapi bisa juga untuk Pendidikan Lanjut sampai keperguruan Tinggi.

Pengalaman mengajar bidang studi matematika dengan pendekatan PMRI sudah banyak dilakukan, seperti  Dwi Lasati, guru SMP Nasional KPS Balikpapan yang menggunakan PMRI dalam Pembelajaran Persamaan Garis Lurus (Jurnal Pendidikan Inovatif, Volume 1 No 2, Maret 2006) untuk siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Begitu pula dengan A.N.Cahyono, guru matematika di SMAN 1 Banjarnegara, beliau mengajak siswa mengukur ketinggian sebuah gedung dengan menggunakan busur besar, tali dan sebagainya, dengan implementasi yang bermanfaat pada konsep Trigonometri.

bgn 1

Pada materi Integral, pendekatan PMRI juga bisa digunakan, misalnya kita akan mengukur luas rentangan dari tali-tali pada Jembatan Limpapeh Bukittinggi dengan menggunakan konsep Integral. Perhatikan gambar berikut, dari benda nyata kemudian dirubah menjadi konsep Integral:

bgn 2

menjadi dalam skema berikut ini:

bgn 3

Bagaimanapula Implementasi Matematika Realistik pada Perguruan Tinggi?

Baru-baru ini di Korea Selatan, pembelajaran pada mata kuliah Differensial Biasa sudah mengadopsi prinsip-prinsip  dari RME. Kemudian dari pengalaman penulis sendiri pada workshop pembelajaran “Geometry Vision” bersama Aad Goddjin, seorang dosen geometri dari Utrech University, melalui “Vision Line” dalam melukis sebuah kursi dengan satu titik acuan, dimana kegiatan ini menggunakan satu simpul tali sebagai titik acuan, sebuah kertas sebagai gambar hasil lukisan, dan kursi sebagai objek. Anda bisa melihat kegiatan ini seperti foto berikut:

DSC06270 DSC06273 DSC06280 DSC06296 DSC06300

Menarik sekali pembelajaran dengan pendekatan PMRI, bagaimana tidak, dengan implementasi PMRI berarti menempatkan realitas dan pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran, dan melalui matematisasi horizontal-vertikal siswa diharapkan dapat menemukan dan merekonstruksi konsep-konsep matematika atau pengetahuan matematika formal. Untuk itu semoga tulisan ini membangkitkan semangat kita, guru, dosen, dan pemerhati pendidikan matematika khususnya, untuk selalu kreatif menciptakan pembelajaran matematika yang realistik. Hidup Pendidikan Indonesia!!

Advertisements

Responses

  1. aslm…
    PMRI adalah pendekatan yg sangat menarik untuk diterapkan walau terkadang waktu adalh hal yg cukup utama menjadi penghambat ketika ingin menerapkannya…

    oh yach tolong tambahkan materi matematika apa saja yg bisa digunakan dengan metode ini… khususnya tuk SMK

    terimakasih

  2. Like this posted!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: