Posted by: yullyshelsa | October 23, 2009

“Pelunasan Hutang Kerajaan secara Berpangkat”

Daya pikir seseorang bisa dikembangkan dengan meningkatkan kemampuan belajarnya. Sudah begitu banyak cara yang telah dilakukan oleh guru matematika untuk meningkatkan kemampuan belajar siswanya, seperti memberikan penjelasan yang lebih bermakna melalui aktivitas-aktivitas pembelajaran terlebih dahulu. Jadi, kemampuan belajar dapat dianalogikan sebagai kendaraan untuk mencapai suatu tempat, tempat di sini yaitu daya pikir yang sudah dikembangkan. Memang kapasitas daya pikir sudah ada batasnya. Tapi, manusia yang pintar sekalipun, baru menggunakan beberapa persen dari kapasitas daya pikirnya. Jadi tetap saja, menurut penulis daya pikir seseorang bisa dikembangkan.

Dalam mengimplimentasikan PMRI, guru bisa saja menggunakan berbagai macam media dan strategi agar dapat meningkatkan daya pikir siswanya. Salah satunya melalui dongeng, cerita rakyat maupun cerita sejarah-sejarah yang ada di daerah masing-masing sehingga matematika realistik terimplementasi dengan baik dan tepat. Dibawah ini ada sebuah cerita yang bisa digunakan untuk mengasah daya pikir siswa sebelum mempelajari konsep Bilangan Berpangkat:

Pelunasan Hutang Sebuah Kerajaan di Minangkabau Secara Berpangkat

Ada sebuah cerita kuno di sebuah kerajaan Minangkabau pada masa dahulu kala, tentang seorang Raja yang bernama Tuanku Marajo Alam yang ingkar terhadap janji kepada seorang hulubalang yang bernama Datuk Bandaharo nan Renceh yang telah menyelamatkan istana berupa rumah gadang beserta isinya dari semburan naga api. Raja berjanji membayar dua kantung emas untuk keberanian dan kesetiaan hulubalang tersebut.

Setelah Datuk tersebut membunuh naga api, Raja enggan membayarnya, lagi pula tidak ada semburan api lagi di sekitar istana. Datuk pun kecewa dan tetap ingin mendapatkan hadiahnya. Lalu Datuk yang badannya memang renceh (kecil) tapi dia cadiak (cerdik), dia mencari akal bagaimana hadiah yang dijanjikan sang raja bisa diraihnya. Kemudian sang Datuk pun berbicara dengan sang Raja:

Datuk : “Oh Tuanku, bagaimana jika Tuanku membayar uang setiap hari saja kepada saya.”
Raja : “Maksudmu??”
Datuk : “Iya…Tuanku bayar setiap hari dimulai dengan satu sen saja.”
Raja : “Onde….Murah sekali..”(gumaman sang Raja dalam hati)
Datuk : “Pada tanggal 1 Januari, Tuanku membayar 1 sen, dan Tuanku akan menggandakan pembayarannya setiap hari sampai akhir bulan April. Jadi tanggal 2 Januari, Tuanku akan membayar 2 sen, pada tanggal 3 Januari akan membayarnya 4 sen. Pada tanggal 8 Januari, Tuanku akan membayarnya menjadi 8 sen, pada tanggal 5 Januari raja akan membayar 16 sen. Dan ini akan terus berlanjut sampai tanggal 30 April. Bagaimana Tuanku?”
Raja : “Baiklah, ternyata saya hanya membayar dalam bentuk sen saja.”

Raja menganggap perjanjian pembayaran ini sebagai gagasan yang bagus. Lagi pula, hulubalang tersebut hanya meminta uang logam terkecil yang dimiliki raja. Jadi raja setuju dan mulai membayar hulubalang tersebut. Segala sesuatunya berjalan baik sampai bulan Januari hampir berakhir.
Pada tanggal 20 Januari, raja harus membayar 524.288 sen. Kemudian, pada tanggal 20 Februari, Raja harus membayar 109.951.162.000 sen. Pada hari terakhir, tanggal 30 April, raja harus membayar 66.461.399.790.000.000.000.000.000.000.000.000. Maka jika dijumlahkan keseluruhannya mencapai lebih dari 132.922.799.600.000.000.000.000.000.000.000.000 sen.
“Ini sudah triliun triliun sen.”(gumaman datuk didalam hati)

Tebaklah siapa yang menjadi raja sekarang!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: