Posted by: yullyshelsa | December 26, 2009

MENGUNJUNGI SEKOLAH PMRI DI SUMBAR (Bagian 1)

Salah satu perkembangan PMRI khususnya di daerah Sumatera Barat adalah melalui kerjasama dengan sekolah-sekolah. Informasi dari Prof.Dr.H.Ahmad Fauzan, MPd. MSc selaku ketua P4MRI UNP, ada empat sekolah yang bekerjasama dengan tim P4MRI UNP, yaitu SDN 33 Batipuh, SDN 23 Marapalam Padang, SD Kartika I/10 Padang dan SD Sabbihisma Padang. Kerjasama melalui sekolah-sekolah ini merupakan salah satu implementasi PMRI, selain melaksanakan pelatihan-pelatihan, workshop, maupun seminar bagi guru-guru matematika di Sumatera Barat. Untuk melihat sejauh mana sekolah-sekolah ini dalam mengimplementasikan PMRI, maka pada kesempatan ini penulis mengunjungi sekaligus sebagai objek belajar bagaimana menerapkan PMRI secara langsung kepada siswa-siswa sekolah dasar. Pada bagian 1 ini penulis akan mengupas secara langsung implementasi PMRI di SDN 33 Batipuh.


SDN 33 Batipuh merupakan salah satu sekolah binaan PMRI dari tim P4MRI UNP yang dibimbing oleh Prof. Dr. H. Ahmad Fauzan, MPd. Msc dan Dra. Hj. Sri Enelti, MA, tepatnya sekolah ini berada di kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat. Kunjungan ini bertepatan dengan acara gotong royong sekolah, sehingga penulis hanya melakukan wawancara dan berdiskusi seputar PMRI bersama guru di kantor majelis guru. Salah satu guru menuturkan bahwa masuknya tim PMRI ke sekolah ini pada tahun 2004 dengan prakarsa dari kepala sekolah dan bekerja sama dengan pihak UNP. Dari hasil wawancara di sekolah ini, ada beberapa kelas yang telah menggunakan PMRI.


Menurut guru yang penulis wawancarai, ternyata guru tersebut mengeluh bahwa ada beberapa kendala atau hambatan dalam mengajar di kelas PMRI, antara lain masalah waktu, jumlah siswa perkelasnya lebih dari 42 orang, sehingga pembelajaran matematika masih belum terkondisikan, kemudian dalam mengimplementasikan PMRI guru dituntut sabar menghadapi anak-anak. Buk tis menuturkan:”dengan menggunakan PMRI gurunya harus sabar, tapi itulah, terkadang tidaksemua guru bias sabar karena dengan padatnya materi, bagaimana ,,,jumlah siswa di sekolah ini adalah sebanyak218 orang dengan 12 orang guru, memang agak terlalu sulit.” Sekolah yang didirikan pada tahun 1975 ini, dimana siswa kelas I sampai kelas III mempunyai masing-masing walikelas, sedangkan siswa kelas IV sampai kelas VI memakai sistem guru bidang studi. Beberapa hasil diskusi bersama guru-guru PMRI SDN 33 Batipuh:

· Masalah buku yang diterbitkan oleh beberapa sumber belum mencerminkan prinsip PMRI, contohnya di sekolah sudah diberikan panduan berupa LKS untuk satu kali pertemuan dengan menggunakan karakteristik PMRI, tapi buku paket yang disediakan pemerintah tidak sesuai dengan PMRI, sehingga siswa cendrung bingung bagaimana memahami konsep matematika itu sendiri. Karena ada beberapa buku yang mempunyai konsep berbeda.

· Semangat Guru.” Kenapa? Guru tersebut menuturkan bahwa terkadang ketika ada seminar maupun workshop dari PMRI, guru-guru sangat termotivasi sekali untuk mempraktekkan PMRI, tidak bisa dipungkiri kadang kala ketika tidak ada lagi workshop maupun pantauan dari tim PMRI, guru tersebut mengakui kembali kecara biasa dalam mengajar matematika. Seandainya workshop dilakukan sekali dua bulan atau tiga bulan, setidak-tidaknya motivasi dan semangat guru akan terjaga dan stabil. Karena guru-guru di SD ini masih butuh bimbingan lebih lanjut.

· Dalam mengimplementasikan PMRI, guru dituntut sabar, tapi memang tak semua bisa sabar, jadi kendala ini perlu diperhatikan juga. Pada awalnya siswa paham dengan menggunakan konsep, setelah melalui buku siswa cendrung kembali menghapal lagi.

· Guru-guru ini sudah pernah mengikuti pelatihan di Padang pada bulan Juli dan mengadakan penelitian dengan UNESA selama 4 hari. Diharapkan dengan PMRI siswa dapat menemukan konsep sendiri, tapi menurut buk Syur: “kalau siswa-siswa disekolah ini tidak dibimbing dulu, maka mereka tidak bisa mencari jawabannya.”

· Umumnya guru di SDN 33 Marapalam ini adalah tamatan dari Universitas Terbuka (UT), menurut buk tis di UT kami tidak ada belajar tentang PMRI. Untuk itu perlu kurikulum PMRI dilaksanakan di UT.

Beberapa dokumenter kegiatan PMRI di SDN 33 Batipuh:


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: