Posted by: yullyshelsa | December 27, 2009

MENGUNJUNGI SEKOLAH PMRI DI SUMBAR (Bagian 3)

SDN 23 MARAPALAM PADANG

SD Negeri 23 Marapalam didirikan pada tahun 1975, pada saat ini dikepalai oleh Zaniwal.A.SPd.MM. Selain berprofesi sebagai kepala sekolah, pak Zainal sapaan akrab beliau juga mengabdi di Dinas Pendidikan kota Padang, sangat menarik sekali berbincang dengan beliau, karena ada dua profesi yang dipegangnya sehingga penulis bisa mendapatkan info seputar PMRI dan pendidikan di kota Padang.

Menurut kepala sekolah ini beliau sangat tertarik sekali dengan PMRI, karena dari awal bapak yang penulis temui di Dinas Pendidikan kota Padang ini sudah mengenal PMRI, baik dari majalah maupun situs-situs PMRI. Bapak yang hobi membaca ini mengatakan bahwa: “Minat guru-guru SD di kota Padang ini masih kurang dalam menulis, padahal jika seorang guru suka menulis maka guru tersebut akan membaca berbagai buku, artikel-artikel sehingga akan senantiasa melahirkan inovasi-inovasi yang lebih banyak didunia pendidikan, saya sudah acapkali memotivasi guru-guru dengan berbagai cara agar guru sering membuat penelitian seperti PTK, malah sudah diberikan judul, tapi itulah hanya sedikit minat dari guru-guru untuk menulis, padahal dengan PMRI, banyak sekali inovasi-inovasi yang baru bisa ditulis oleh sebagian guru.” Melalui perkerjaan yang double ini, Zainal A.SPd.MM berharap tim PMRI selalu mengadakan seminar maupun workshop, sebaiknya dijadwalkan, sehingga guru maupun dari pihak Dinas Pendidikan bisa mengadakan kegiatan ini dengan baik dan diharapkan adanya motivasi dari guru sehingga terlahirlah inovasi-inovasi yang baru didunia pendidikan khususnya disekolah dasar.

Ditempat yang berbeda penulis mendapatkan informasi bahwa dosen pendamping PMRI di sekolah ini adalah Dra. Fitrani Dwina, M.Ed, bersama guru-guru di SDN 23 Marapalam, dosen yang mengajar di FMIPA UNP ini mendiskusikan bagaimana pembelajaran matematika yang lebih baik. Menurut Desi Warni AMd.Pd selaku guru menuturkan: “PMRI akan lebih efektif jika jumlah siswanya sedikit, karena jumlah siswa perkelas terlalu banyak di sekolah ini, hampir 48 siswa perkelas, sehingga pembelajaran dengan menggunakan PMRI belum berjalan dengan sebaiknya dan kurang kondusif. Jika kelas dibagi dua, kelasnya yang tidak ada, begitu juga dengan tenaga pengajar yang terbatas. Hal yang menarik dengan melaksanakan PMRI ini siswa lebih aktif, kita sebagai guru tinggal mengontrol saja. Meskipun demikian, kami pihak guru akan selalu berbenah dan mengoptimalkan kelas walaupun kondisinya seperti ini.” Hal ini memang benar setelah penulis melihat kondisi sekolah yang kecil tapi siswanya terlalu banyak yaitu hampir 800 siswa dengan 20 kelas, apalagi setelah Jusmiati Amd.Pd menyatakan bahwa: “Banyaknya guru hanya 26 orang, sehingga kondisi ini belum mendukung pembelajaran dan hal ini berdampak kepada hasil UN matematika belum meningkat atau masih standar. Kemudian masalah buku yang belum ada yang memakai PMRI.” Senada dengan permasalahan yang ada di SDN 33 Batipuh buku perpustakaan yang digunakan siswa belum PMRI, sedangkan guru-guru di sekolah hanya mempunyai beberapa sub topik yang menggunakan PMRI. Melihat permasalahan yang ada maka harapan guru-guru di SDN 23 Marapalam yang berada di Jl. Dr. Soetomo no.135 ini ingin sekali diadakan workshop PMRI yang lebih banyak lagi, sehingga menambah ilmu.

"Guru-guru SDN 23 Marapalam"

Menurut Jusmiati Amd.Pd selaku guru menuturkan bahwa: “Pelaksanaan workshop di PMRI baru sebatas untuk kelas rendah yaitu kelas 1, 2 dan 3 SD. Sedangkan pelaksanaan KKG kota Padang yang dibagi perkecamatan, baru sebatas membahas silabus dan RPP. Kami belum pernah mendapatkan workshop tentang PMRI langsung pada kegiatan KKG. Untuk itu kami ingin sekali P4MRI UNP mengadakan kegiatan-kegiatan PMRI ini lebih banyak lagi. Ada hal yang paling mengesankan ketika kami mengikuti workshop PMRI di Bandung, guru-guru di kota-kota besar sudah terbiasa dengan workshop sedangkan kami baru sekali, jadi harus lebih belajar lagi.” Penulis melihat semangat dari guru-guru ini masih begitu dalam untuk mempelajari PMRI lebih banyak lagi. Pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengenalkan situs baru P4MRI UNP, diharapkan guru-guru ini berminat untuk berbagi pengalaman dan menuliskan di situs ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: